Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sudah memprediksi bahwa di akhir zaman akan ada sekelompok orang yang mereka pintar membaca al Qur’an namun bacaan itu tidak sampai kapada pemahaman dihatinya, bacaan Al Qur’an mereka tidak sampai ke kerongkongannya. Dan diantara mereka pun berbicra seperti perkataan manusia yang terbaik ykani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.
Terkadang kitapun terkesima dengan pola atau gaya mereka berbicara dengan membawakan ayat-ayat Al Qur’an, dan bisa jadi jika yang diajak bicara tidak memiliki dasar pemahaman yang kuat tentang Al Qur’an dan ilmu-ilmu syari’at lainnya maka mereka akan terpedaya.
Abu Dawud menukilkan dalam kitab sunannya sebuah hadist bisa menggambarkan sikap mereka ini.
Dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata, “Ali radliallahu ‘anhu mengirimkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam emas yang masih kotor dengan debu. Beliau kemudian mambagi-bagikannya kepada empat orang; yaitu Al Aqra’ bin Habis Al Hanzhali, Al Mujasyi’I, Uyainah bin Badr Al Fazari dan Zaid Al Khail Ath Tha’i. kemudian ke salah orang dari bani Nabhan, Alqamah bin Ulatsah Al ‘Amiri dan seorang dari bani Kilab.” Sa’id Al khudri berkata, “Orang-orang Quraisy dan Anshar kemudian marah, mereka mengatakan, “Beliau memberikan kepada tokoh-tokoh penduduk Najd dan membiarkan kita.” Beliau pun bersabda: “Aku hanya melunakkan hati mereka.” Sa’id berkata, “Kemudian datanglah seorang laki-laki yang matanya cekung, berdahi lebar, janggut panjang dan kepala gundul. Laki-laki itu berkata, “Wahai Muhammad, bertakwalah kamu kepada Allah!” Beliau bersabda: “Siapa yang taat kepada Allah jika aku bermaksiat! Bukankah Allah mempercayaiku untuk menyampaikan amanah kepada penduduk bumi, sementara kalian tidak mempercayaiku.” Sa’id berkata, “Lalu ada seorang lelaki yang memohon izin untuk membunuh laki-laki tersebut, dan aku kira orang itu adalah Khalid bin Al Walid. Namun beliau melarangnya.” Sa’id berkata, “Ketika orang tersebut telah berlalu pergi, beliau bersabda: “Sesungguhnya dari keturunan orang ini akan muncul suatu kaum yang membaca Al-Qur’an namun tidak melampaui kerongkongannya. Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya. Mereka membunuh orang-orang Islam namun bersikap baik kepada penyembah berhala. Jika aku mendapati mereka, maka aku akan membunuh mereka sebagaimana pembunuhan kaum Ad (kaumnya Nabi Hud).”(Sunan Abu Dawud No. 4136] …. baca selengkapnya »
