Bagaimana Hukum Air Wudhu Bekas Seseorang?
Monday, June 15, 2009 14:17Tanya :
Bagaimana Hukum Air Wudhu Bekas Seseorang?
Jawab:
Air bekas wudhu sesorang itu tidaklah Najis dan boleh digunakan oleh orang lain.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودنِي وَأَنَا مَرِيضٌ لَا أَعْقِلُ فَتَوَضَّأَ وَصَبَّ وَضُوءَهُ عَلَيَّ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ}
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, Datanglah Rasulullah sholallhu ‘alahi wasallam mengunjungi aku, sedangkan aku dalam keadaan sakit yang tidak sadar, kemudian Rasulullah sholallhu ‘alahi wasallam berwudhu dan meyiramkan air wudhunya kepadaku. (HR Ahmad, Bukhori dan Muslim)[1]
Jumhur ulama menjadikan dalil dengan penyiraman Nabi Sholallhahu ‘alahi wasallam kepada Jabir bin Abdillah ini akan sucinya air bekas wudhu, dan juga selain hal tersebut diatas ada taqrir para sahabat rasulullah yang tabaruk dengan air bekas wudhu rasulullah sebagaimana riwayat berikut:
وَفِي حَدِيثِ صُلْحِ الْحُدَيْبِيَةِ , مِنْ رِوَايَةِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ , وَمَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ : { مَا تَنَخَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُخَامَةً إلَّا وَقَعَتْ فِي كَفّ رَجُلٍ , فَدَلَكَ بِهَا وَجْهَهُ وَجِلْدَهُ , وَإِذَا تَوَضَّأَ كَادُوا يَقْتَتِلُونَ عَلَى وَضُوئِهِ } . وَهُوَ بِكَمَالِهِ لِأَحْمَدَ وَالْبُخَارِيِّ
Dan dalam hadist perdamaian Hudaibiyyah dari riwayat Al Miswar bin Makhromah, dan Marwan bin Al hakim, “Tidaklah Rasulullah sholallhu ‘alahi wasallam mengeluarkan dahak kecuali pasti jatuh ketelapak tangan seseorang kemudian menggosakan kewajah dan kulitnya, dan apabila berwudhu, mereka berebutan air wudhu Rasulullah. Dan hadist ini kelengkapannya ada pada Musnad Imam Ahmad dan Bukhori)[2]
Wallahu’alam Bishowab
A Dani Permana
[1] Nailur Authar Hadist no 3, lih http://feqh.al-islam.com/Display.asp?Mode=0&MaksamID=3&DocID=92&ParagraphID=8
[2] Nailur Authar Hadist no 4, lih http://feqh.al-islam.com/Display.asp?Mode=0&MaksamID=3&DocID=92&ParagraphID=8


